Minggu, 04 November 2012

Masalah-Masalah Internal Dalam Belajar


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebelum membahas lebih lanjut tentang masalah belajar, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi masalah belajar. Apakah itu masalah? Banyak ahli mengemukakan pengertian masalah. Ada yang melihat masalah sebagai ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang, dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya, menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain, ingin atau perlu dihilangkan.
Sedangkan belajar menurut pengertian secara psikologis, merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa pengertian belajar oleh para ahli antara lain:
1.   Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya” ( Anita E, Wool Folk, 1995 : 196 ).
2.   Menurut ( Garry dan Kingsley, 1970 : 15 ) “Belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti luas), ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan”.
3.   Sedangkan menurut Gagne (1984: 77) bahwa “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”.
Dari beberapa definisi masalah dan belajar maka dapat didefinisikan masalah belajar sebagai berikut :
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

B.    Rumusan Masalah
1.     Apa yang dimaksud dengan masalah belajar ?
2.     Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan masalah belajar ?
3.     Apa yang dimaksud dengan faktor internal di dalam belajar ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Masalah adalah hasil dari kesadaran bahwa kondisi yg sekarang terjadi belumlah sempurna dan keyakinan bahwa masa depan bisa dibuat jadi lebih baik sedangkan belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang relatif tetap. Dalam proses ini perubahan tidak terjadi sekaligus tetapi terjadi secara bertahap tergantung pada faktor-faktor pendukung belajar yang mempengaruhi seseorang.
Masalah belajar suatu kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

B.    Masalah-Masalah Belajar
Faktor-faktor penyebab masalah belajar dapat digolongkan ke dalam dua faktor, yaitu :
·       Faktor Internal
·       Faktor Eksternal
Dari faktor-faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi siswa sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain (guru, pembimbing). Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar misalnya :
a.      Menunjukkan prestasi yang rendah atau di bawah rata-rata.
b.     Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah.
c.      Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam segala hal, misalnya: dalam mengerjakan soal-soal, dalam menyelesaikan tugas-tugas.
d.     Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi murid yang kegiatannya atau perbuatan belajarnya sehari-hari antagonistik dengan seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur-ulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui, acuh tak acuh, berpura-pura, dusta dan lain-lain.
e.      Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti : mudah tersinggung, murung, pemarah, bingung, cemberut, selalu sedih.
f.       Sering tidak sekolah, yaitu murid-murid yang sering tidak hadir atau menderita sakit dalam waktu yang cukup lama sehingga kehilangan sebagian besar kegiatan belajarnya.

C.     Faktor Internal dalam Belajar
Faktor internal adalah Faktor yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri. Antara lain faktor fisiologi (bersifat fisik) dan faktor psikologi (keadaan jiwa dan  rohani) :
a.      Fisiologis
Faktor Fisiologis adalah sesuatu kondisi yang berhubungan dengan jasmani seseorang, antara lain:
1.   Karena sakit. Seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, dengan saraf sensoris dan motorisnya yang lemah sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak baik dan akan tertinggal dalam pelajaran.
2.   Karena kurang sehat. Anak yang kurang sehat dapat mengalami kesulitan belajar, sebab ia mudah capek, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang kurang semangat, pikiran terganggu. Karena hal-hal ini penerimaan dan respon pelajaran berkurang, saraf otak tak mampu bekerja secara optimal memproses, mengelola, menginterpretasi dan mengorganisir bahan pelajaran melalui inderanya.
3.   Karena cacat tubuh. yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya.
b.     Psikologis
Faktor Psikologis adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan kejiwaan siswa. Faktor ini dapat dibedakan menjadi:
1.   Intelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110 – 140), atu genius (lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-anak yang tergolong sedang (90 – 110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun juga pencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkan dibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu, maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya.
2.   Bakat. Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang berbakat musik mungkin di bidang lain ketinggalan.
3.   Minat. Tidak adanya minat seseorang anak terhadap suatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan kecakapannya sehingga menimbulkan problema pada dirinya.
4.   Motivasi. Adalah keadaan internal manusia yang mendorong untuk berbuat sesuatu. Fungsi motivasi adalah mendorong sesorang untuk interes pada kegiatan yang akan dikerjakan, menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dan mendorong seseorang untuk mencapai prestasi, yakni dengan adanya motivasi yang baik dalam belajar, akan menunjukkan hasil belajar yang baik.
5.   Faktor Kesehatan Mental. Hubungan kesehatan mental dengan belajar adalah timbal balik. Karena kesehatan mental dan ketenangan emosi akan menimbulkan hasil belajar yang baik.
6.   Tipe-Tipe Khusus seorang pelajar. Kita mengenal tipe-tipe belajar seorang anak. Ada tipe audio, visual, motorik dan campuran.

D.    Mengidentifikasi murid yang diperkirakan mengalami masalah belajar
Murid yang mengalami masalah belajar, dapat diidentifikasi melalui tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, skala pengungkapan sikap dan kebiasaan belajar.
1.     Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar adalah alat yang disusun untuk mengungkapkan sejauh mana murid telah mencapai tujuan-tujuan pengajaran yang ditetapkan sebelumnya murid-murid dikatakan telah mencapai tujuan pengajaran apabila dia telah menguasai sebagian besar materi yang berhubungan dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Ketentuan ini merupakan penerapan dari belajar tuntas (mastery learning) yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap murid dapat mencapai hasil belajar sesuai yang diharapkan jika diberi waktu yang cukup dan bimbingan yang memadai untuk mempelajari bahan yang disajikan. Ketentuan penguasaan bahan ditentukan dengan menetapkan patokan, yaitu presentasi minimal yang harus dicapai oleh murid yang belum menguasai bahan pelajaran sesuai dengan patokan yang ditetapkan, dikatakan belum menguasai tujuan pengajaran. Murid yang seperti ini digolongkan sebagai murid yang mengalami masalah belajar dan memerlukan bantuan khusus, sedangkan murid yang sudah menguasai secara tuntas semua bahan-bahan yang disajikan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir, digolongkan sebagai murid yang sangat cepat dalam belajar. Mereka ini patut untuk mendapatkan pelajaran tambahan.
2.     Tes Kemampuan Dasar
Setiap murid mempunyai kemampuan dasar atau kecerdasan tertentu. Tingkat kemampuan ini biasanya diukur atau diungkapkan dengan menggunakan tes kecerdasan yang sudah baku.
Diasumsikan bahwa anak normal, memiliki tingkat kecerdasan (I Q) antara 90-109. Hasil yang dicapai murid hendaknya dapat mencerminkan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Murid yang kemampuan dasarnya tinggi akan mencapai hasil belajar yang tinggi pula. Bilamana seseorang murid mencapai hasil belajar yang lebih rendah dari tingkat kecerdasan yang dimilikinya, maka murid yang bersangkutan digolongkan sebagai yang mengalami masalah belajar. ( menurut Gagne 1967 ).
3.     Skala Sikap dan Kebiasaan Belajar
Sikap dan kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang penting dalam belajar. Sebagian dari hasil belajar, ditentukan oleh sikap dan kebiasaan yang dilakukan oleh murid dalam belajar. Kebiasaan belajar menunjuk pada bentuk dan pola perilaku yang dilakukan terus menerus oleh murid dalam belajar.
Sebagian dari sikap kebiasaan belajar murid, dapat diketahui melalui pengamatan yang dilakukan di dalam kelas. Misalnya, dalam hal mengerjakan tugas-tugas, membaca buku, membuat catatan dan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan belajar murid. Tetapi pengamatan biasanya terbatas pada sikap dan kebiasaan yang diterima oleh alat indera. Untuk mengungkapkan sikap dan kebiasaan yang lebih luas telah dikembangkan beberapa alat berupa “skala sikap dan kebiasaan belajar”. Alat ini akan dapat mengungkapkan derajat cara murid mengerjakan tugas-tugas sekolah, sikap terhadap guru, sikap dalam menerima pelajaran dan kebiasaan dalam melaksanakan kegiatan belajar.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.
Faktor-faktor penyebab masalah belajar dapat digolongkan ke dalam dua faktor, yaitu : (1) Faktor Internal dan (2) Faktor Eksternal.
Faktor Internal adalah Faktor yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri. Faktor ini dibedakan menjadi 2 , yaitu:  faktor fisiologi (bersifat fisik) seperti: karena sakit, kurang sehat, dan cacat tubuh. Dan faktor psikologi (keadaan jiwa dan  rohani) seperti: intelegensi, bakat, minat, motivasi faktor kesehatan mental, dan tipe-tipe khusus.
Kemudian murid yang mengalami masalah belajar, dapat diidentifikasi melalui tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, skala pengungkapan sikap dan kebiasaan belajar.

B.    Saran
Mudah-mudahan makalah kami ini dapat menjadi behan pelajaran untuk kita semua sebagai calon pendidik, agar supaya kita dapat mengetahui masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik kita sehingga kita dapat membantu memecahkan masalahnya agar prestasi belajarnya tidak menurun.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo.1991. Psikologi Belajar. Solo: Rineka cipta.
Partowisastro, Koestoer dan Hadisuparto, A. 1986. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Partowisastro, Koestoer dan Hadisuparto, A. 1986. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sinegar, Eviline dan Nara, Hartini. 2007. Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: UNJ.
Dr. Mary Go Setiawani. 2000. Menerobos Dunia Anak. Bandung: Yayasan Kalam Hidup,
http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=314&fname=  materi4. html
http://makalah-fifacom.blogspot.com/2009/03/diagnosa-belajar-siswa.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar