Minggu, 04 November 2012

Konsep dasar Perencanaan Pendidikan


KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Makalah Perencanaan Sistem Pengajaran PAI ini dengan Judul “ Konsep Dasar Dalam Perencanaan Pendidikan” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun guna penyempurnaan makalah ini.
Dan kami juga taklupa mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada Abdullah, S.Ag, M.Pd.I selaku dosen mata kuliah Perencanaan Sistem Pangajaran PAI yang bersedia meluangkan waktunya untuk mengajar kami semua.
Mudah mudahan makalah kami ini dapat bermanfaat kepada kita semua utamanya kepada pemakalah. Terimakasih

Pangkajene, 26 Maret 2012

Penyusun


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
B.  Tujuan
BAB II KONSEP DASAR DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN
A.  Pengertian
B.  Ruang Lingkup
C.  Tujuan Perencanaan Pendidikan
D.  Manfaat Perencanaan Pendidikan
E.   Fungsi, Unsur, Dan Model Perencanaan Pendidikan
F.  Hubungan Antara Perencanaan Pendidikan Dengan
..... Manajemen Pendidikan
BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan
B.  Saran

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Kemajuan pengetahuan secara nasional maupun global mengalami perubahan secara signifikan dari tahun ke tahun dan terkadang terjadinya perubahan tersebut di seluruh Indonesia tidaklah merata yang mau tidak mau adanya intervensi dari pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan agar mampu bersaing dan menciptakan manusia-manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh sebab itu untuk memberikan stimulus kepada kepada para peserta didik maka diaturlah dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Perpu RI Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar yang diharapkan untuk mampu menciptakan SDM yang berkualitas.
Pendidik memiliki peran terbesar dalam menciptakan SDM yang berkualitas. Salah satu tugas dari seorang pendidik adalah sebagai fasilitator, dalam proses belajar mengajar pendidik harus bisa memanajemen kelas tersebut dan mendesain serta merancang konsep pembelajaran yang seperti apa yang digunakan untuk mencapainya maksud dan tujuan pembelajaran tersebut.

B.     Tujuan
Diharapkan makalah ini memberikan suatu pengetahuan dalam merancang suatu konsep dasar dalam perencanaan Penididikan  yang baik agar dalam mengaplikasikan di kelas mencari lebih baik dan mudah.

BAB I
KONSEP DASAR DALAM PERENCANAAN
PENDIDIKAN

A.     Pengertian
1.     Perencanaan :
Perencanaan adalah proses yang berkelanjutan, bertahap dan tertata rapi. Artinya perencanaan tidak bersifat mutlak, kaku tetapi ada peluang untuk perbaikan dansisipan kebijakan baru. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersama.
Karena pada dasarnya manajer  yang harus mempunyai banyak konsep tetang manajemen termasuk didalamnnya mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Visi dan misi merupakan hasil dari perencanaan yang baik dan matang. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersama
Definisi perencanaan pendidikan dibahas paling tidak ada empat hal sebagai berikut : pertama tujuan, apakah yang akan dicapai denganperencanaan itu? Kedua, status posisi system pendidikanyang ada, bagaimanakah keadaan yang ada sekarang? Ketiga, kemungkinan pilihan alternative kebijakan dan prioritas untuk mencapai tujuan. Keempat, strategi.
B.     Ruang Lingkup
a.      Diawali kajian hasil dari perencanaan pengembangan dan pendidikan sebelumnya.
b.     Rumusan tentang tujuan umum perencanaan sebagaiarah dan pedoman kegiatan.
c.      Pengembangan program
d.     Penjadwalan (scheduling)
e.      Proses legelasi dan aparat pelaksana termasukkegiatan monitoring dan controlling
C.     Tujuan Perencanaan Pendidikan
a.  Menyajikan rancangan keputusan-keputusan untuk disetujuai pejabat tingkat atas sampai ke tingkat nasional.
b.    Menyediakan  pola  kegiatan-kegiatan  yang matang untuk dipedomani dari satuan unit terkecil, siapa yang bertanggung jawab.
c.      Menyajikan fakta dan kebenaran agar dapat diterima olehstake holder .
d.     Menentukan tindakan yang akan dilakukan yang ber orientasi pada masa depan
D.     Manfaat Perencanaan Pendidikan
a.      Sebagai petunjuk kegiatan dalam mencapai tujuan
b.     Sebagai pola dasar mengatur wewenang dan tanggung jawab
c.      Sebagai pedoman kerja bagi setiap unit kerja
d.     Sebagai alat ukur, efektive tidaknya suatu pekerjaan
e.      Sebagai bahan pertimbangan pembobotankeseimbangan kerja
f.       Pengontrol dan penghemat waktu, tenaga, dan biaya
E.     Fungsi, Unsur, Dan Model Perencanaan Pendidikan
a.      Fungsi
1.  Sebagai pola dan petunjuk pengambilan keputusan dankebijakan untuk mencapai tujuan
2.     Sebagai pedoman atau pengendalian pelaksanaan pendidikan
3.     Menghindari adanya penggunaan sumber daya yangtidak efisien / pemborosan.
4.     Sebagai alat pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan
5.     Memenuhi dan mewujudkan akuntabilitas lembaga pendidikan
6.     Mencari alternatif untuk kegiatan pembangunanpendidikan masa depan
b.     Unsur-unsur Perencanaan Pendidikan
1.   Unsur Kualitatif adalah perencanaan peningkatan kemampuan, sikap dan ketrampilan peserta didik.
Unsur Kuantitatif  berkenaan dengan aspirasi dan permintaan masyarakat terhadap pendidikan. Selain dengan pendekatan masyarakat juga pendekatan system dan lainnya. Misalnya  yang s ebelumnya  ditentukan usia 7  tahun untuk masuk SD atas permintaan masyarakat dapat diterima anak yang berusia 6 tahun.
Peserta didik mengalami proses pembelajaran yang bermakna di tunjang oleh daya pendidikan dan didukungoleh lingkungan yang kondusif. Peserta didik menunjukkan prestasi belajar, peningkatan pengetahuan dan dapat melakukan secara fungsional danhasil sesuai yang menjadi tuntutannya
2.     Unsur Relevansi
Unsur ini menekankan hubungan antara pendidikan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan serta perubahan yang terjadi di masyarakat dan kecenderungan yang akan terjadi pada masamen dating. Unsur ini harus mengedepankan mutu pendidikan yang dihasilkan yang nyata-nyata menjadi harapan besar bagi masyarakat. Maka harus ada relevansi perencanaan dengan output.
Relevansi ini meliputi ; tenaga pendidik, program pendidikan, sarana dan prasarana, lingkungan, waktu IPTEK dll.
3.     Unsur Efisiensi
Unsur effisiensi ada dalam lingkup internal dan eksternal. Lingkup Internal ; rendahnya angka putus sekolah, rendahnya yang tinggal di kelas dan tingginya keberhasilan.
Lingkup Eksternal ; Sistem manajemen, Komunikasi yang efektif  dengan dinas dan diknas dll
Peran perencanaan sangat mutlak diharapkan untuk peningkatan efisiensi dari waktu ke waktu
c.      Model Perencanaan Pendidikan
a.      Model Perencanaan Komprehensif : yaitu perencanaan secara menyeluruh, terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dunia pendidikan.
b.     Model Perencanaan Target ; menyangkut hal-hal tertentu saja seperti: Jumlah siswa, Perubahan demografi dan Kebutuhan tenaga kerja
c.      Model Perencanaan Biaya ; Model ini hanya memebuat perencanaan atas perubahan pembiayaan umumnya pada tiap tahun
F.     Hubungan Antara Perencanaan Pendidikan Dengan Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa,mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusiayang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan,keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Sedangkan perencanaan pendidikan adalah merupakan aplikasi analisis rasional dan sistematik dalam proses pengembangan pendidikan yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendidikan dalam usahanya memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan (pendidikan) baik tujuan yang berhubungan dengan anak didik maupun masyarakat.

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Perencanaan adalah proses yang berkelanjutan, bertahap dan tertata rapi. Artinya perencanaan tidak bersifat mutlak, kaku tetapi ada peluang untuk perbaikan dan sisipan kebijakan baru. Oleh karena itu perencanaan Pendidikan sangat penting untuk kelancaran proses Belajar mengajar.
B.     Saran
Sebagai Calon pendidik ada baiknya kita mempelajari dan memahami konsep dalam perencanaan pendidikan agar apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh perseta didik kita, dan mudah mudahan makalah ini dapat menjadi acuan atau pedoman dalam mata kuliah perencanaan sistem pengajaran PAI.


DAFTAR PUSTAKA

Detroit (2011). UU Pendidikan Indonesia dan RPP Silabus (Online) Tersedia:http://detroitnumb.blogspot.com/2011/06/uu-pendidikan-indonesia-dan-rpp-silabus.html. 19 September 2011
Farich (2011). Konsep Dasar Tentang Perencanaan (Online) Tersedia: http://farichinfarich.blogspot.com/2011/03/konsep-dasar-tentang-perencanaan.html. 17 September 2011
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar